Nama : Wasman
Npm : 1s1.10.063p
METODE
PENELITIAN
Judul : Pengaruh Time Budget Pressure dan Perilaku
Disfungsional Terhadap Kualitas Audit
Variabel Independen :
1. Time Budget Pressure
2. Perilaku Disfungsional
Variabel Dependen :
Kualitas Audit
Unit Analisis :
Orang/Auditor
Tempat Penelitian :
KAP/BPKP di Kota Bandung
Ukuran Populasi :
Terhingga
|
X1
|
|
X2
|
|
Y
|
Keterangan :
X1 : Time
Budget Pressure
X2 : Perilaku Disfungsional
Y : Kualitas Audit
Teori
Pendukung :
1.
Definisi
Variabel
1.
Time Budget Pressure
a. Bentuk
tekanan yang muncul dari keterbatasan sumber daya yang dapat diberikan untuk
melaksanakan tugas DeZoort (1998)
b. Suatu
tekanan terhadap anggaran waktu audit yang telah disusun solomon dan Broen (2005)
c. “A time budget for an audit is
constructed by estimating the time required for each step in the audit program
for each of the various levels of auditors and totaling these estimated
amounts. Time budgets serve other functions in addition to providing a basis
for estimating fees. The time budget communicates to the audit staff those
areas the manager or partner believe are critical and require more time. It
also is an important tool of the audit senior. It is user to measure the
efficiency of the staff and to determine at each stage of the engagement
whether the woek is progressing at a satisfactory rate” Whittington (2001:205)
2.
Perilaku
Disfungsional
a. Perilaku
disfungsional auditor merupakan perilaku yang membenarkan terjadinya
penyimpangan dalam penugasan audit (Donnely,
Quirin dan Davi O’Bryan, 2003)
b. Perilaku
Disfungsional merupakan perilaku individu yang memiliki konflik dasar dengan
tujuan organisasi (Hansen dan Mowen,
2005)
c. Perubahan
perilaku yang dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan pada suatu sistem (Davis dan Newstrom: 1995)
3.
Kualitas
Audit
a. Menurut
Arens & Beasley (2003:2) audit
didefinsikan sebagai proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti
secara objektif atas suatu informasi untuk menentukan apakah suatu informasi
disajikan secara wajar dan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
b. Menurut
De Angelo, 1981 dalam Prof. Dr. Abdul
Halim, MBA., Akt (2004:109) kualitas audit sebagai kemungkinan/probabilitas
auditor mampu mengungkapkan dan melaporkan suatu pelanggaran dalam sistem
akuntansi klien.
c. Menurut
Kane dan Velury (2005) kualitas
audit diartikan sebagai kapasitas auditor eksternal untuk mendeteksi terjadinya
kesalahan material dalam bentuk penyimpangan lainnya.
2.
Indikator
Variabel
a.
Time Budget Pressure
a.
Tingkat keberhasilan time budget oleh
auditor
b.
Tingkat pemenuhan pencapaian time budget jika
tidak melakukan underreporting of
chargeable time
c.
Keaadaan tingkat pengetatan time budget yang
dirasakan auditor
b.
Perilaku
Disfungsional
a. Aktual
terjadinya Premature Sign Off
b. Area-area
audit yang umum terjadi Premature Sign
Off
c. Penyebab
terjadinya Premature Sign Off
d. Perbedaan
terjadinya Premature Sign Off pada tingkat personil audit
e. Pengerjaan
tugas audit sebagai tuga pekerjaan rumah dan tidak melaporkan beban waktu
f. Aktual
terjadinya Underreporting of Chargeable
Time secara sadar pada tingkat level auditor
c.
Kualitas
Audit
a. Pengalaman
b. Pendidikan
c. Profesionalisme
d. Beban
kerja
e. Supervisi
f. Karakteristik
tim audit
g. Struktur
audit perusahaan
h. Indepefensi
Sumber : (De Angelo, 1981a)
3.
Hubungan
Variabel
a.
Hubungan
Time Budget Pressure dan Kualitas
Audit
Ketika audit budget ketat, auditor akan berusaha menyelesaikan tugas audit
seefisien mungkin, dan ketika budget menjadi sangat ketat hal tersebut
menimbulkan tekanan bagi auditor, sehingga auditor akan melakukan tindakan
memotong suatu langkah audit dalam program audit. Andin Prasita dan Priyo Hari Adi (2007 ).
b.
Hubungan
Time Budget Pressure dan Perilaku
Disfungsional
Anggaran waktu memang berguna dan
dibutuhkan dalam sistem pengendalian KAP. Akan tetapi, seringkali dapat
menimbulkan tekanan yang berlebihan bagi para auditor sehingga akan
mempengaruhi niat, perhatian dan perilaku auditor. Tekanan dalam kadar tertentu
memang diperlukan untuk mendorong auditor bekerja lebih efisien, akan tetapi
tekanan yang berlebihan dan berkaitan dengan evaluasi kinerjanya akan
menimbulkan stres pada auditor yang akan memicunya untuk melakukan peilaku
disfungsional. The Commission on Auditors’ Responsibilities (CAR) Report, 1978
dalam Otley dan Pierce (1996:66)
c.
Hubungan
Perilaku Disfungsional dan Kualitas Audit
Perilaku disfungsional selalu
dihubungkan dengan penurunan kualitas audit (Public Oversight Board 2000 dalam Donnelly, 2003)
4. Operasionalisasi Variabel
|
Variabel
|
Konsep
|
Dimensi
|
Indikator
|
Unit Observasi
|
|
|
Time Budget
Pressure (X1)
|
Bentuk
tekanan yang muncul dari keterbatasan sumber daya yang dapat diberikan untuk
melaksanakan tugas (DeZoort: 1998)
|
a.
Keketatan anggaran
b.
Ketercapaian anggaran
|
Keaadaan
tingkat pengetatan time budget yang
dirasakan auditor
a.
Tingkat keberhasilan pencapaian time budget oleh auditor
b.
Tingkat pemenuhan pencapaian time budget jika tidak melakukan Underreporting of Chargeable Time
|
Auditor
|
|
|
Perilaku
Disfungsional (X2)
|
Perubahan
perilaku yang dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan pada suatu
sistem (Davis dan Newstrom: 1995)
|
a.
Premature Sign
Off
b.
Underreporting
of Chargeable Time
|
a.
Aktual terjadinya Premature Sign Off
b.
Area-are audit yang umum terjadi Premature Sign Off
c.
Penyebab terjadinya Premature Sign Off
d.
Perbedaan terjadinya Premature Sign Off pada
tingkat personil audit
a.
Pengerjaan tugas audit sebagai tugas pekerjaan
rumah dan tidak melaporkan beban waktu
b.
Aktual terjadinya Underreporting of Chargeable Time secara sadar pada tingkat level
auditor
|
Auditor
|
|
|
Kualitas
audit
(Y)
|
Probabilitas
seorang auditor
dapat
menemukan dan
melaporkan
penyelewengan
yang
terjadi dalam sistem
akuntansi
klien (De angelo:
1981)
|
|
a. Pengalaman
b. Pendidikan
c.
Profesionalisme
d.
Beban kerja
e.
Supervisi
f.
Karakteristik tim audit
g.
Struktur audit perusahaan
h.
Independensi
|
Auditor
|
|
5.
Kuisioner
1.
Variabel
Time Budget Pressure
Responden
: Senior Auditor
Mohon
Bapak/Ibu menjawab 3 pertanyaan berikut ini dengan memberikan tanda ceklis (√)
pada salah satu nomor antara 1 (satu) sampai 3 (tiga)
|
No
|
Pertanyaan
|
|
1
|
Menurut pendapat Bapak/Ibu, secara
umum bagaimana time budget pressure dari
pekerjaan yang anda kerjakan dalam tahun terakhir ini dikaitkan dengan proses
auditan?
1.
Tekanan waktu sangat tinggi
2.
Tekanan waktu sedang
3.
Tekanan waktu sangat rendah
|
|
2
|
Seberapa sering Bapak/Ibu berhasil
memenuhi tekanan anggaran waktu?
1.
Tidak pernah
2.
Kadang-kadang, laporan jarang diselesaikan tepat
waktu
3.
Selalu
|
|
3
|
Jika Bapak/Ibu tidak melakukan under-reporting of chargeable time (berarti
Bapak/Ibu melaporkan/mencatat seluruh beban waktu yang sesungguhnya digunakan
untuk menyelesaikan pekerjaan), seberapa sering anda dapat memenuhi anggaran?
1.
Tidak pernah
2.
Kadang-kadang
3.
Selalu
|
2.
Variabel
Perilaku Disfungsional : Premature
Sign-off
Responden
: Senior Auditor
Mohon
Bapak/Ibu menjawab 6 pertanyaan berikut ini dengan memberikan tanda ceklis (√)
pada salah satu pilihan jawaban berikut :
|
No
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
||
|
Selalu
|
Kadang-kadang
|
Tidak
pernah
|
||
|
4
|
Seberapa sering Bapak/Ibu
menyelesaikan pemeriksaan akhir tanpa melalui prosedur yang lengkap?
|
|
|
|
|
5
|
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak
menggunakan pertimbangan pengendalian fungsi auditor dalam pengendalian?
|
|
|
|
|
6
|
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak
menggunakan informasi asersi dalam merumuskan tujuan audit dan dalam
merancang pengujian substantif?
|
|
|
|
|
7
|
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak
menggunakan prosedur analitik dalam tahap perencanaan dan tahap review akhir
pemeriksaan ?
|
|
|
|
|
8
|
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak
melakukan prosedur pemeriksaan akhir yang lengkap bila waktu pemeriksaan yang
ada terbatas ?
|
|
|
|
|
9
|
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak
melaksanakan pengujian kepatuhan terhadap pemeriksaan transaksi-transaksi
klien ?
|
|
|
|
3.
Variabel
Perilaku Disfungsional : Under-Reporting
Of Chargeable Time
|
No
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
||
|
Selalu
|
Kadang-kadang
|
Tidak
pernah
|
||
|
10
|
Seberapa sering Bapak/Ibu melakukan under-reporting of chargeable time (berarti
Bapak/Ibu bekerja dengan waktu pribadi/di rumah dengan tidak
melaporkan/mencatat seluruh beban waktu yang sesungguhnya digunakan) dalam menyelesaikan
pekerjaan Bapak/Ibu?
|
|
|
|
|
11
|
Seberapa sering Bapak/Ibu bekerja
lebih keras tetapi tidak melaporkan/mencatat beban waktu yang sesungguhnya?
|
|
|
|
|
12
|
Seberapa sering Bapak/Ibu meminta dan
meningkatkan anggaran waktu dan biaya?
|
|
|
|
|
13
|
Seberapa sering Bapak/Ibu membagi
waktu yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan pemeriksaan
dengan membagi waktu dengan klien ?
|
|
|
|
4.
Variabel
Kualitas Audit
|
No
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
||
|
Selalu
|
Kadang-kadang
|
Tidak
pernah
|
||
|
17
|
Apakah transaksi yang dicatat oleh
Bapak/Ibu dalam suatu laporan terakhir audit itu memang sudah benar-benar terjadi
?
|
|
|
|
|
18
|
Apakah dalam mengumpulkan bukti dari
transaksi Bapak/Ibu selalu memeriksa kelengkapan dari bukti-bukti itu ?
|
|
|
|
|
19
|
Apakah Bapak/Ibu selalu memastikan
bahwa semua transaksi dan semua rekening yang seharusnya telah disajikan
dalam laporan keuangan klien tertentu pada tahun terakhir telah
terdokumentasikan dengan baik ?
|
|
|
|
|
20
|
Menurut Bapak/Ibu selalu memastikan
bahwa semua transaksi dan semua rekening yang seharusnya telah disajikan
dalam laporan keuangan klien tertentu pada tahun terakhir auditan ada pada
jumlah yang semestinya ?
|
|
|
|
|
21
|
Apakah laporan terakhir hasil audit
yang dihasilkan Kantor Akuntan Publik Bapak/Ibu telah tepat sasaran atau
sesuai dengan kebutuhan klien ?
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar