Selasa, 25 Desember 2012

METODE PENELITIAN



Nama : Wasman
Npm  : 1s1.10.063p
METODE PENELITIAN
Judul                           : Pengaruh Time Budget Pressure dan Perilaku Disfungsional Terhadap Kualitas Audit
Variabel Independen  : 1. Time Budget Pressure
                                      2. Perilaku Disfungsional
Variabel Dependen     : Kualitas Audit
Unit Analisis               : Orang/Auditor
Tempat Penelitian       : KAP/BPKP di Kota Bandung
Ukuran Populasi          : Terhingga
X1
Model Penelitian         :
X2
Y
 






Keterangan :
            X1       : Time Budget Pressure
            X2       : Perilaku Disfungsional
            Y         : Kualitas Audit





Teori Pendukung      :
1.      Definisi Variabel
1.      Time Budget Pressure
a.       Bentuk tekanan yang muncul dari keterbatasan sumber daya yang dapat diberikan untuk melaksanakan tugas DeZoort (1998)
b.      Suatu tekanan terhadap anggaran waktu audit yang telah disusun solomon dan Broen (2005)
c.       “A time budget for an audit is constructed by estimating the time required for each step in the audit program for each of the various levels of auditors and totaling these estimated amounts. Time budgets serve other functions in addition to providing a basis for estimating fees. The time budget communicates to the audit staff those areas the manager or partner believe are critical and require more time. It also is an important tool of the audit senior. It is user to measure the efficiency of the staff and to determine at each stage of the engagement whether the woek is progressing at a satisfactory rate” Whittington (2001:205)
2.      Perilaku Disfungsional
a.       Perilaku disfungsional auditor merupakan perilaku yang membenarkan terjadinya penyimpangan dalam penugasan audit (Donnely, Quirin dan Davi O’Bryan, 2003)
b.      Perilaku Disfungsional merupakan perilaku individu yang memiliki konflik dasar dengan tujuan organisasi (Hansen dan Mowen, 2005)
c.       Perubahan perilaku yang dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan pada suatu sistem (Davis dan Newstrom: 1995)
3.      Kualitas Audit
a.       Menurut Arens & Beasley (2003:2) audit didefinsikan sebagai proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif atas suatu informasi untuk menentukan apakah suatu informasi disajikan secara wajar dan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
b.      Menurut De Angelo, 1981 dalam Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Akt (2004:109) kualitas audit sebagai kemungkinan/probabilitas auditor mampu mengungkapkan dan melaporkan suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi klien.
c.       Menurut Kane dan Velury (2005) kualitas audit diartikan sebagai kapasitas auditor eksternal untuk mendeteksi terjadinya kesalahan material dalam bentuk penyimpangan lainnya.
2.      Indikator Variabel
a.    Time Budget Pressure
a. Tingkat keberhasilan time budget oleh auditor
b. Tingkat pemenuhan pencapaian time budget jika tidak melakukan underreporting of chargeable time
c. Keaadaan tingkat pengetatan time budget yang dirasakan auditor

b.   Perilaku Disfungsional
a.       Aktual terjadinya Premature Sign Off
b.      Area-area audit yang umum terjadi Premature Sign Off
c.       Penyebab terjadinya Premature Sign Off
d.      Perbedaan terjadinya Premature Sign Off  pada tingkat personil audit
e.       Pengerjaan tugas audit sebagai tuga pekerjaan rumah dan tidak melaporkan beban waktu
f.       Aktual terjadinya Underreporting of Chargeable Time secara sadar pada tingkat level auditor
c.    Kualitas Audit
a.  Pengalaman
b.  Pendidikan
c.  Profesionalisme
d. Beban kerja
e.  Supervisi
f.   Karakteristik tim audit
g.  Struktur audit perusahaan
h.  Indepefensi
Sumber : (De Angelo, 1981a)

3.      Hubungan Variabel
a.      Hubungan Time Budget Pressure dan Kualitas Audit
Ketika audit budget ketat, auditor akan berusaha menyelesaikan tugas audit seefisien mungkin, dan ketika budget menjadi sangat ketat hal tersebut menimbulkan tekanan bagi auditor, sehingga auditor akan melakukan tindakan memotong suatu langkah audit dalam program audit. Andin Prasita dan Priyo Hari Adi (2007 ).
b.      Hubungan Time Budget Pressure dan Perilaku Disfungsional
Anggaran waktu memang berguna dan dibutuhkan dalam sistem pengendalian KAP. Akan tetapi, seringkali dapat menimbulkan tekanan yang berlebihan bagi para auditor sehingga akan mempengaruhi niat, perhatian dan perilaku auditor. Tekanan dalam kadar tertentu memang diperlukan untuk mendorong auditor bekerja lebih efisien, akan tetapi tekanan yang berlebihan dan berkaitan dengan evaluasi kinerjanya akan menimbulkan stres pada auditor yang akan memicunya untuk melakukan peilaku disfungsional. The Commission on Auditors’ Responsibilities (CAR) Report, 1978 dalam Otley dan Pierce (1996:66)
c.       Hubungan Perilaku Disfungsional dan Kualitas Audit
Perilaku disfungsional selalu dihubungkan dengan penurunan kualitas audit (Public Oversight Board 2000 dalam Donnelly, 2003)

4.      Operasionalisasi Variabel
Variabel
Konsep
Dimensi
Indikator
Unit Observasi

Time Budget Pressure (X1)
Bentuk tekanan yang muncul dari keterbatasan sumber daya yang dapat diberikan untuk melaksanakan tugas (DeZoort: 1998)
a.    Keketatan anggaran

b.    Ketercapaian anggaran
Keaadaan tingkat pengetatan time budget yang dirasakan auditor
a.    Tingkat keberhasilan pencapaian time budget  oleh auditor
b.    Tingkat pemenuhan pencapaian time budget jika tidak melakukan Underreporting of Chargeable Time
Auditor

Perilaku Disfungsional (X2)
Perubahan perilaku yang dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan pada suatu sistem (Davis dan Newstrom: 1995)
a.     Premature Sign Off







b.    Underreporting of Chargeable Time
a.       Aktual terjadinya Premature Sign Off
b.      Area-are audit yang umum terjadi Premature Sign Off
c.       Penyebab terjadinya Premature Sign Off
d.      Perbedaan terjadinya Premature Sign Off  pada tingkat personil audit
a.       Pengerjaan tugas audit sebagai tugas pekerjaan rumah dan tidak melaporkan beban waktu
b.      Aktual terjadinya Underreporting of Chargeable Time secara sadar pada tingkat level auditor









Auditor

Kualitas audit
(Y)
Probabilitas seorang auditor
dapat menemukan dan
melaporkan penyelewengan
yang terjadi dalam sistem
akuntansi klien (De angelo:
1981)

a. Pengalaman
b. Pendidikan
c. Profesionalisme
d. Beban kerja
e. Supervisi
f. Karakteristik tim audit
g. Struktur audit perusahaan
h. Independensi
Auditor


5.      Kuisioner
1.      Variabel Time Budget Pressure
Responden : Senior Auditor
Mohon Bapak/Ibu menjawab 3 pertanyaan berikut ini dengan memberikan tanda ceklis (√) pada salah satu nomor antara 1 (satu) sampai 3 (tiga)
No
Pertanyaan
1
Menurut pendapat Bapak/Ibu, secara umum bagaimana time budget pressure dari pekerjaan yang anda kerjakan dalam tahun terakhir ini dikaitkan dengan proses auditan?
1.      Tekanan waktu sangat tinggi
2.      Tekanan waktu sedang
3.      Tekanan waktu sangat rendah
2
Seberapa sering Bapak/Ibu berhasil memenuhi tekanan anggaran waktu?
1.      Tidak pernah
2.      Kadang-kadang, laporan jarang diselesaikan tepat waktu
3.      Selalu
3
Jika Bapak/Ibu tidak melakukan under-reporting of chargeable time (berarti Bapak/Ibu melaporkan/mencatat seluruh beban waktu yang sesungguhnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan), seberapa sering anda dapat memenuhi anggaran?
1.      Tidak pernah
2.      Kadang-kadang
3.      Selalu








2.      Variabel Perilaku Disfungsional : Premature Sign-off
Responden : Senior Auditor
Mohon Bapak/Ibu menjawab 6 pertanyaan berikut ini dengan memberikan tanda ceklis (√) pada salah satu pilihan jawaban berikut :
No
Pertanyaan
Jawaban
Selalu
Kadang-kadang
Tidak pernah
4
Seberapa sering Bapak/Ibu menyelesaikan pemeriksaan akhir tanpa melalui prosedur yang lengkap?



5
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak menggunakan pertimbangan pengendalian fungsi auditor dalam pengendalian?



6
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak menggunakan informasi asersi dalam merumuskan tujuan audit dan dalam merancang pengujian substantif?



7
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak menggunakan prosedur analitik dalam tahap perencanaan dan tahap review akhir pemeriksaan ?



8
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak melakukan prosedur pemeriksaan akhir yang lengkap bila waktu pemeriksaan yang ada terbatas ?



9
Seberapa sering Bapak/Ibu tidak melaksanakan pengujian kepatuhan terhadap pemeriksaan transaksi-transaksi klien ?




3.      Variabel Perilaku Disfungsional : Under-Reporting Of Chargeable Time
No
Pertanyaan
Jawaban
Selalu
Kadang-kadang
Tidak pernah
10
Seberapa sering Bapak/Ibu melakukan under-reporting of chargeable time (berarti Bapak/Ibu bekerja dengan waktu pribadi/di rumah dengan tidak melaporkan/mencatat seluruh beban waktu yang sesungguhnya digunakan) dalam menyelesaikan pekerjaan Bapak/Ibu?




11
Seberapa sering Bapak/Ibu bekerja lebih keras tetapi tidak melaporkan/mencatat beban waktu yang sesungguhnya?



12
Seberapa sering Bapak/Ibu meminta dan meningkatkan anggaran waktu dan biaya?



13
Seberapa sering Bapak/Ibu membagi waktu yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan pemeriksaan dengan membagi waktu dengan klien ?



4.      Variabel Kualitas Audit
No
Pertanyaan
Jawaban
Selalu
Kadang-kadang
Tidak pernah
17
Apakah transaksi yang dicatat oleh Bapak/Ibu dalam suatu laporan terakhir audit itu memang sudah benar-benar terjadi ?



18
Apakah dalam mengumpulkan bukti dari transaksi Bapak/Ibu selalu memeriksa kelengkapan dari bukti-bukti itu ?



19
Apakah Bapak/Ibu selalu memastikan bahwa semua transaksi dan semua rekening yang seharusnya telah disajikan dalam laporan keuangan klien tertentu pada tahun terakhir telah terdokumentasikan dengan baik ?



20
Menurut Bapak/Ibu selalu memastikan bahwa semua transaksi dan semua rekening yang seharusnya telah disajikan dalam laporan keuangan klien tertentu pada tahun terakhir auditan ada pada jumlah yang semestinya ?



21
Apakah laporan terakhir hasil audit yang dihasilkan Kantor Akuntan Publik Bapak/Ibu telah tepat sasaran atau sesuai dengan kebutuhan klien ?

















           





           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar